Sabtu, 05 Juni 2010

.:: Goresanku, Ramadhan 2 Tahun Lalu... ::.

Ramadhan 2 tahun lalu....
Ku tulis dengan linangan air mata dan doa yang tiada henti dari bibir ini tuk sang bunda tercinta.
Pengganti diri yang tak bisa membersamai di kala ia bersedih... Walauun demikian kutahu ada Allah yang selalu menjaganya labih baik dari penjagaanku terhadapnya.

***

Bismillah...
Hari ini Ku terbangun cukup pagi. Entah kenapa mataku terbuka saat jarum jam menunjukan pukul 02.30 WIB. Aku terdiam sejenak… dan kemudian seperti tersadarkan untuk segera Tahajud. Ya benar, tahajud! Hal itu yang telah ku niatkan sedari malam. Aku tahu,mungkin satiap malam aku melakukannya…tapi setelah mendapat telepon dari umi semalam, sungguh aku ingin segera Tahajud. Aku ingin segera mengutarakan curahan hatiku pada Kekasihku.
Semalam umi menghubungiku. Sebenarnya beliau sudah ingin melekukannya sedari sore, sayangnya saat itu aku sedang menghadiri Talk Show yang diadakan oleh panitia RDK Maskam UGM. Oleh karena itu beliau berjanji untuk kembali meneleponku setelah acara. Saat umi menelapon,aku sedang berada di warnet, sedang berdiskusi dengan teman.
Ponselku bergetar dan saat ku lihat, tercantum tulisan umi di layar… ada apa gerangan umi meneleponku larut malam. Maklum saat itu sudah pukul 22.30 WIB dan perbedaan waktu antara Jogya dan Papua cukup jauh, yakni 2 jam. Ponsel segera kuangkat. Terdengar suara umi mengusap telinga… ada yang berbeda dengan suaranya. Suara yang biasanya keras dan semangat, semalam terdengar lembut dan rapuh. Hati bertanya-tanya,ada apakah gerangan??? Seperti biasa,umi menanyakan agenda yang kulakukan hari ini dan akupun menjawab ala kadarnya karena saat itu aku juga masih sibuk membalas YM dari teman chatku. Pembicaraan berlangsung seperti biasanya, sampai akhirnya beliau mengatakan “Nak, kalau ingin menelepon rumah, lewat nomor mama saja ya…” terbersit di pikiranku, sebab musabab umi mengatakan hal itu. Aku yang semula tidak terlalu ingin tahu, menjadi penasaran. Tanpa menunggu lama, langsung saja kutanyakan mengapa umi berbicara seperti itu. Beliaupun hanya menjawab,” Gak apa-apa kog. Cuma lain kali kalau mau menghubungi orang-orang rumah, langsung ke nomor mama saja”. Aku masih tidak mengerti,umi juga tidak ingin menjelaskan secara rinci. Aku belum puas dengan jawaban umi yang menurutku masih menggantung itu… Aku terus menanyakan pada beliau. Memang tidk to the point,tapi akhirny beliau mengatakannya juga… Ternyata alas an yang cukup membuatku kaget. Dan akupun menjadi menyesal menanyakan hal itu padanya. Ya,Allah kuatkanlah bundaku, doaku dalam hati…
Masalah itu terkuak lagi, yang semula sempat surut ketika menjelang Ramadhan. Mulutku sibuk beristighfar ketika mendengar suara umi yang sayup. Apalagi yang bisa kulakukan selain terus berdzikir dan berdoa untuk bunda… saat ini aku jauh darinya.. tak ada yang bisa kulakukan selain terus menerus mendoakannya..
Tahajudku…
Aku sampaikan seluruh kegundahanku pada Rabbku… luka yang sempat tertutup, kini terbuka kembali. Tak terasa air matapun berlinang…

Ya Rabb, sungguh hanya Engkau yang Maha Mengetahui… Engkau tahu apa yang sedang dirasakan oleh umi hamba di sana sementara hamba tak tahu. Engkau tahu seberapa kuatnya dia di saat datang Ujian dariMu. Engkau juga tahu seberapa besar pengorbanannya untuk terus mempertahankan rumah tangganya. Semoga semua itu dapat Kau hitung pahala baginya di saat datangnya hari Penghisaban.
Ya Rabb, sungguh hanya Engkau Yang Maha Perkasa… Berikanlah kekuatan pada Bunda agar bisa tabah menghadapi berbagai cobaan dariMu. Berikanlah padanya ketabahan dan ketegaran agar tak tumbang saat badai kesulitan datang menghampiri.

Ya Rabb, sungguh hanya Engkau Yang Maha Pengampun… Ampunilah semua kekhilafan Orang Tua hamba. Baik yang disengaja maupun tidak. Jika terdapat banyak luput yang mereka lakukan dalam membesarkan kami, sungguh semata-mata hanya karena mereka manyayangi kami.
Tahajud yang berlangsung tak terlalu lama itu, cukup membuat diri ini tenang. Setelah tahajudpun, langsung ku buka mushaf Al-Quran. Dan itu membuatku semakin tersadar bahwa hanya dengan cara inilah hatiku tentram. Kurasakan kebesaran Allah yang terus menemaniku setiap saat. Dan kurasakan Allahku sangat dekat….dekat sekali. Walau tak dapat kulihat, aku yakin Dia terus menjagaku…


***

Airmataku tak berarti apa-apa jika dibandingkan kesedihanmu.
Tak ingin ku lihat kau menitikan air mata lagi.
Sedih karena kau akan semakin jauh...Belum usai baktiku padamu,sudah mengharuskan diri terpaut jauh darimu...
Tapi doaku selalu dekat...sangat-sangat dekat!
Dan sedekat itulah Allah yang selalu bersamamu,bunda...



>>>nelladewi<<<

^^Jalinan Komunikasi di atas Meja Makan^^

>>>Kali ini,yuk Qta ngobrol2 soal makanan...lho??? Maksud nella tentang harmonisasi Qta saat makan dengan keluarga ^^. Oh ya kawan,kayak apa sih kalian kalau lagi makan bareng dengan ayah,bunda,kakak dan adik di rumah??? Pasti rameee kan...

Makan….adalah proses dimana seseorang berusaha untuk mempertahankan kehidupannya, me-refill kemampuan diri untuk kemudian beraktifitas di waktu berikutnya. Dimana makan secara biologis, kimiawi, fisiologi bahkan secara matematika sekalipun amat dibutuhkan oleh seorang manusia, hewan, tumbuhan dan setiap makhluk yang menyatakan dirinya “makhluk hidup”.
Namun, sisi indah dari proses ketika makan adalah saat acara makan menjadi suatu ajang komunikasi dari hati ke hati, investigasi ringan, laporan harian, sampai review kondisi terkini dari setiap peserta makan itu sendiri.

Aih…aneh-nya sudut pandang tulisan ini... *he..he….* Tapi, sungguh ! sebenarnya tulisan ini hanya ingin mengulik sedikit tentang ‘kecemerlangan’ makan bersama. Makan bersama keluarga inti, makan bersama keluarga besar, makan bersama teman, bahkan makan bersama calon keluarga besan (kyaaaaaa..kalo untuk yang ini saya pass dulu…soale ndak berpengalaman he..he…).
Duduk bersama dalam sebuah ruangan, membicarakan suatu hal yang berat terkadang terasa seperti sebuah ‘pengadilan’ kecil bagi seseorang. Karena ia merasa terhakimi, tertuduh, tersangka dan ter-pojokkan dalam berbagai situasi berat yang menghimpitnya..maka tatkala kumpulan itu justru berada di ruang makan, tak perduli besar ataupun kecil, mewah ataupun sederhana minimalis, suasana akan menjadi begitu hangat, kondusif dan ‘tersamarkan’ dari pengadilan kecil yang mengerikan.
Ketika seorang anak berada di meja makan ‘berjuang’ dengan ayam panggangnya, sup makaroni-nya atau bahkan dengan martabak mesirnya (ahayyyyyyy rindu dengan martabak satu ini…glek..glek..) dan di saat yang sama orang tuanya dengan aktif bertanya tentang bagaimana sekolahnya, teman-temannya, guru-guru, pelajaran yang diberikan. Ia tidak akan merasa bahwa ia sedang ‘diinvestigasi’ oleh orang tuanya. Apatah lagi jika suasana yang terbangun adalah suasana santai penuh keceriaan. Ia takkan merasa bahwa orang tuanya saat itu sedang meng’investigasi’ dirinya sekaligus disaat yang sama membangun sebuah ‘jembatan hati’ antara anak dan orang tua. Jembatan komunikasi yang akan mengajarkan seorang anak untuk selalu terbuka kepada orang tuanya dalam segala hal….segala hal.

Alangkah riuh rendahnya tatkala seluruh keluarga besar berkumpul, dari pihak ayah ataupun ibu atau bahkan keduanya dalam suatu acara ‘makan’ yang hangat. Karena dari sana, akan muncul berbagai macam informasi, ide-ide baru bahkan bisnis baru yang dapat memberikan kebaikan untuk semua pihak.
Tatkala sebuah ruangan kecil berisi 5- 6 orang remaja duduk bersila sambil menikmati makan malam mereka. Maka, sesungguhnya mereka sedang merenda sebuah ‘networking’ akan masa depan. Menjalin persahabatan tak semudah menemukan seorang musuh, seperti yang selalu dikatakan pepatah. Persahabatan erat kaitannya dengan mengembangkan sayap kebaikan seperti seorang penjual parfum ataukah mengikat seseorang dengan kukungan ide buruk layaknya berteman dengan seorang pandai besi. Persahabatan yang dirangkai sejak usia belia tak jarang dibangun dari rasa kebersamaan, rasa kenyamanan dan rasa kepercayaan. Inilah yang memantapkan rentangan tali dari tali yang hanya berjenis rapia hingga menjadi tali tambang yang kokoh.

“Komunikasi”..komunikasi yang terbangun untuk mewujudkan saling pengertian adalah jembatan yang kokoh untuk menjalin hubungan baik hubungan terhadap orang tua, saudara, teman, bahkan seorang musuh sekalipun [karena tak jarang, melihat diri kita dalam perspektif seorang musuh justru dapat mengevaluasi diri kita sendiri]. Media, makan bersama selalu menarik untuk digunakan sebagai jembatan komunikasi antar seseorang yang satu dengan yang lain. Barangkali karena itulah, ketika seorang calon mertua ingin melihat ‘sosok’ calon menantu-nya, ia akan mengajaknya makan malam. Saat seorang pebisnis ingin mempermudah urusan bisnis, ia pun akan mengajak partnernya makan siang di suatu tempat. Dan bagaimana, seorang anak merasa nyaman bercerita tentang kesehariannya di atas meja makan ketimbang berada di ruang tamu saat menonton televisi [karena fokus utama dari ruang tivi adalah untuk menonton televisi, bukan begitu ?]


Hingga mengobrol saat makan, rasanya bukanlah suatu hal yang salah, bukan ?

>>>nelladewi<<<

*___*IBADAH VERSUS HOBBY*___*

Bismillah...
Menatap diri sendiri yang nampaknya masih butuh reparasi sana-sini *jam kali!
Mending juga jam,setelah direparasi langsung terlihat perbedaannya...Lha Qta??? Macam mana dengan Qta???


***

Sedekah VS Belanja

Lucu ya, uang Rp 20.000-an kelihatan begitu besar bila
dibawa ke kotak amal masjid, tapi begitu kecil bila
kita bawa ke supermarket. Jujur saja, kalimat ini
begitu kena banget (khususnya kepada saya sendiri).
Gimana nggak, kadang seringnya di antara kita ngisi
kotak amal di masjid dengan uangrecehan. Makanya, kalo
pas kotak amal diedarin ke jamaah yang duduk berderet
rapi di shaf-nya masing-masing suka terdengar bunyi
nyaring tanda uang recehan jatuh menimpa benda keras
(apalagi kalo kotaknya terbuat dari kaleng, lebih
keras bunyi gemerincingnya)

Mungkin uang itu pecahan seratus, lima ratus, atau
seribu rupiah yang logam. Tapi bukan berarti nggak
boleh beramal dengan jumlah seperti itu. Jika ikhlas,
insya Allah dapet pahala juga dong. Begitu pun
sebaliknya, meski yang dimasukkin pecahan lima puluh
ribu tapi nggak ikhlas kan sayang juga ya? Mendingan
ngasih lima puluh ribu dan ikhlas kan?

Hehehe.. itu sih, bagus banget ya. Terlepas dari
nilai “ikhlas”, kita coba renungkan aja dikit ya,
betapa kita masih merasa “pelit” untuk bersedekah.
Padahal itu buat kita juga amalannya disisi Allah.
Tapi, kita harus merasa “royal” kalo jajan or belanja
di mal. Bawa uang 50 ribu rupiah aja serasa masih
kurang. Iya nggak? Kalo saya pernah ngerasa demikian.

Astaghfirullah…Semoga kita, bisa seperti Abdurrahman
bin ‘Auf dan sahabat Rasul lainnya yang seperti nggak
sayang sama harta. Mereka sedekahkan hartanya untuk
urusan dijalan Allah dengan sangat banyak (menurut
kita).

Ngaji VS Nonton Sepakbola

Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk dengerin
pengajian, tapi betapa pendeknya waktu itu untuk
nonton pertandingan sepakbola Yap, memang kadang lucu
abis, kalo dengerin pengajian mah rata-rata dari kita
baru lima menit berlalu aja mata kita udah
merem-melek. Ngantuk! Apalagi kalo sampe harus 45
menit, wah jarang-jarang deh yang bias bertahan dengan
penuh semangat dan aktif dengerin dan bertanya kepada
nara sumber pengajian. Tapi kalo kita nonton
pertandingan sepakbola ditelevisi, waktu “setengah
main” itu terasa pendek banget. Kita terhipnotis oleh
aksi bintang-bintang lapangan hijau pujaan kita. Kita
pun betah menikmatinya. Nggak terasa, 45 menit berlalu
singkat banget. Lucu ya? ***

Doa VS Ngobrol

Lucu ya, seringnya kita susah merangkai kata untuk
dipanjatkan saat berdoa kepada Allah SWT, tapi betapa
mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman dan
kata-kata dari mulut kita begitu lancar mengalir. Hmm…
abis shalat aja, kadang banyak di antara kita yang
buru-buru pulang dari masjid atau mushala. Berdoa
seperlunya dan mungkin doanya monoton alias yang
diucapkan yang itu-itu aja (bosen nggak sih?). Okelah,
mungkin di antara kita ada keperluan sehingga begitu
selesai shalat berjamaah, berdoa sebentar dan keluar
dari masjid. Nggak apa-apa, karena sebetulnya berdoa
sunnah hukumnya. Cuma, di sini kita sedikit aja
merenung dan evaluasi diri : “Apa iya kalo kita berdoa
meminta kepada Allah begitu singkatnya? Begitu
buru-burunya? Dan nggak pandai merangkai kata dalam
berdoa untuk ‘memikat’ Allah SWT?” Emang iya sih,
Allah Maha Tahu apa yang diinginkan hambaNya dalam
berdoa, tapi adabnya kan kita kudu sopan. Wong sama
orang aja kita sopan dan menghargai. Iya nggak? Tapi
lucunya pas kita ngobrol bareng teman-teman, ada beban
dan lepas aja, gitu. Lain kali ye hawanya? Lucu juga
tuh. ***

Sepakbola VS Shalat

Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu
dipertandingan sepakbola favorit kita, tapi betapa
bosannya kita bila imam shalat tarawih bulan Ramadhan
kelamaan bacaannya. Eh, jujur aja nih, terutama kalo
nonton sepakbola dipertandingan final. Kalo hasilnya
seri di waktu normal, maka diadakan perpanjangan
waktu. Nah, banyak di antara kita yang betah
menikmatinya. Apalagi kalo sampe nontonnya berjamaah
di kafe. Dijamin seru abis. Tapi, kalo bacaan ayat
dari sang imam pas sholat tarawih panjang dikit aja,
kita langsung pegel-pegel, dan nekat ngejatuhin ‘talak
tiga’ untuk nggak shalat di masjid itu lagi kalo
imamnya orang tersebut. Walah? Itu sebabnya, masjid or
mushala yang melaksanakan shalat tarawih berjamaah
dengan imam shalatnya yang biasa ngebut dengan
kecepatan tinggi dalam membaca ayat, pasti membludak
jamaahnya. Ckckck.. betapa banyak dari kita yang
pengennya instan dan serba cepat dalam hal ibadah. ***

Baca al-Qur’an VS Baca Novel

Lucu ya, susah banget baca al-Qur’an 1 juz saja, tapi
baca novel best sellers 100 halaman pun habis dilalap
dalam sekejap dan kita merasa enjoy. Hihihi.. iya juga
ya? Waktu sekolah dulu saya bareng temen-temen pernah
baca Wiro Sableng yang judulnya “Petaka Gundik Jelita”
dan “Lima Iblis dari Nanking” antara 1 sampe 2 jam.
Dan itu harus ngorbanin baca Fessenden & Fessenden
yang nulis Kimia Organik. Padahal besoknya mo ujian
kimia. Baca al-Qur’an? Hmm.. satu halaman kayaknya
udah merasa “beruntung” deh. Ckckck… kenapa ya? Lucu
sekaligus sedih kalo mengenang ini. Rahasianya apa?
Mungkin kalo bacaan al-Qur’an cepet bosen karena nggak
ngerti artinya. Mungkin juga. Eh, tapi ada juga teman
yang asyik banget baca Harry Potter edisi bahasa
Inggris-nya sampe berjam-jam kok. Ya, kita sih
khusnudzan saja, mungkin juga baca al-Qur’an pun doi
sanggup berjam-jam dan berjuz-juz. Tapi umumnya, kita
suka cepet bosen kan baca al-Qur’an lama-lama? Lebih
sregep baca novel, baca komik, atau lainnya.
Eh, bukan berarti nggak boleh lho. Silakan aja baca
novel. Ini juga sekadar renungan, bahwa ternyata kita
lebih susah dan lebih banyak malasnya untuk baca
al-Qur’an ketimbang baca bacaan lainnya. Tul nggak?

***

Konser Musik VS Shalat Jum’at

Lucu ya, orang-orang pada berebut untuk dapetin tempat
di barisan paling depan ketika nonton konser musik,
tapi berebut cari shaf paling belakang bila shalat
Jum’at agar bisa cepat keluar.
Coba deh tengok acara konser musik di televisi, banyak
orang rebutan untuk mendapatkan ’shaf’ terdepan biar
bisa ngelihat dengan jelas bintang pujaannya,
syukur-syukur kalo sampe bisa salaman. Kalo pun harus
bayar, banyak di antara kita yang rela ngeluarin duit
untuk nebus tempat strategis di arena konser. Tapi pas
shalat Jum’at mah, nyari tempat dishaf paling belakang
biar cepet keluar, atau paling nggak nyari dinding or
tiang untuk nyender. Lucu ya? ***

Dakwah VS Gossip

Lucu ya, susahnya orang diajak untuk partisipasi dalam
dakwah, tapi mudahnya orang berpartisipasi dalam
menyebar gossip. Ckckck… untuk ngajak dakwah susahnya
setengah hidup. Alasannya macem-macem. Entah dengan
alasan karena belum cukup ilmu, atau karena malu.
Sehingga bikin lidah kelu. Tapi begitu ada yang
ngomporin untuk ngegossip, lidahnya langsung fasih dan
ikut nyebarin lagi. Wuih, aneh ya? Lucu ya? Padahal,
tentu saja, nilai perbuatannya lain banget. Kalo
dakwah insya Allah dapet pahala, tapi ngegossip?
Selain dibenci orang, juga dibenci Allah SWT.
Amit-amit deh. Tapi, kenapa banyak di antara kita yang
hobi ngegossip ketimbang semangat dakwah? Semoga
menjadi renungan…

Media Massa VS al-Qur’an

Lucu ya, kita begitu percaya banget pada apa yang
disampaikan media massa, tapi kita sering
mempertanyakan apa yang disampaikan al-Qur’an. Jujur
saja, media massa saat ini menjadi salah satu kekuatan
untuk melakukan perubahan sosial, politik, ekonomi dan
sebagainya. Banyak dari kita yang percaya begitu saja
dengan apa yang disampaikan media massa. Kasus
peledakkan bom di London awal Juli lalu, media massa
hampir di seluruh dunia langsung “menuding” Islam dan
kaum muslimin berada di balik serangan tersebut.
Eh, kita yang baca, banyak juga yang kemudian
terprovokasi dan ikut-ikutan menjatuhkan vonis kepada
Islam dan umatnya. Apa nggak bahaya banget tuh? Tapi
kita, kaum muslimin, ada juga yang masih
mempertanyakan apa yang disampaikan oleh al-Qur’an.
Isinya diutak-atik dan dipersepsi sendiri demi
keuntungan dan tujuan tertentu. Kebalik-balik memang.
Padahal, dalam surat al-Baqarah ayat 2 saja Allah SWT
sudah menjamin bahwa al-Qur’an itu “laaroiba
fiihi”alias tidak ada keraguan di dalamnya. Nggak cuma
itu, ayat tersebut melanjutkan (yang artinya) :
“Petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” Yap, al-Qur’an
itu pasti kebenarannya, dan sekaligus petunjuk bagi
mereka yang bertakwa. Jadi, mengapa harus
mempertanyakan lagi apa yang disampaikan Allah dalam
al-Qur’an? Tapi dalam waktu bersamaan, kita lebih
percaya kepada media massa (bahkan ada yang sampe
nggak perlu ngecek kebenarannya), padahal nggak jarang
isinya berupa ‘kabar burung’ dan juga informasi yang
sesat dan menyesatkan. ***

Surga Pengen, Beramal Ogah

Lucu ya, pengen masuk surga, tapi ogah beramal. Hmm..
ini sih bukan hanya lucu, tapi juga aneh bin ajaib.
Emangnya surga gratis? Nggak lha yauw. Kita-kita aja
masih was-was, khawatir amalan baik selama ini nggak
keterima karena mungkin nggak ikhlas. Lebih sedih lagi
seharusnya jika kita berharap surga tapi nggak pernah
(atau sedikit) beramal baik.
Sobat muda muslim, banyak di antara kita yang kepengen
masuk surga, tapi diminta untuk shalat aja susahnya
setengah mati. Banyak juga di antara kita yang pengen
dapetin surgaNya, tapi diminta untuk taat dan patuh
sama ajarannya aja ogah. Itu sih sama artinya ngarepin
dapet uang pensiun tapi tanpa kerja selagi usia
produktif.

Lucu dan aneh banget kan? Pengen masuk surga tapi
tanpa beriman dan tanpa beramal shaleh, kira-kira
mungkin nggak? Mimpi kaliye! Ini sedikit renungan aja
buat kita semua. Semoga kita mulai berbenah dalam
hidup ini. Mumpung masih muda. Selagi mudah untuk
melakukan berbagai amal kebaikan, jangan sia-siakan
waktu kita. Kita bisa berbuat lebih banyak. Karena
kita nggak pernah tahu kapan kita dijemput oleh
Malaikat Ijrail untuk menghadap Allah SWT dan
mempertanggung-jawabkan perbuatan kita selama di
dunia.

Mumpung masih ada waktu, sebisa mungkin kita
mengumpulkan banyak amal baik untuk bekal di akhirat
kelak. Rasulullah SAW telah bersabda : “Bersegeralah
menunaikan amal-amal kebajikan. Karena, saatnya nanti
akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam
yang gelap gulita. Betapa bakal terjadi seseorang
yangdi pagi hari dalam keadaan beriman, di sore
harinya ia menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu
sore masih beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia
menjual agamanya dengan komoditas dunia.” (HR. Bukhari
dan Muslim).
Semoga kita semua dimudahkan oleh Allah
Ta’ala untuk melakukan amalan yang baik sesuai ajaran
Islam. Ditanamkan dalam hati kita untuk gampang
menerima kebenaran dan mengamalkannya. Semoga. :)


Tulisan ini adalah refleksi diri sendiri yang selama ini sungguh masih belum bisa menyempurnakan ibadah.
Semoga Bermanfaat ya ,sobat! ^^v



>>>nelladewi<<<

~*Tergetar Hati Mendengar Kata BIDADARI SURGA; Benarkah,Ukhti?*~

Inginkah Anda sejelita bidadari surga? Lantas, seperti apa gambaran Anda tentang bidadari surga? Mengapa hati ini senantiasa bergetar ketika kata ‘bidadari surga’ diperdengarkan. Getar kecemburuan akan keindahan parasnya, kesucian jiwanya, ketundukkan pandangnya.Ya, seperti apa gambaran sosok bidadari surga itu?

***

Tak usah berimajinasi kesana kemari. Cukuplah kita membayangkan dari penggambaran dalam Al-Qur’an yang mulia ....“Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita parasnya. Seolah-olah mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.” (QS. ash-Shaffat: 48-49). Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut dengan wanita-wanita yang pandai menjaga kehormatannya, yakni tidak mengarahkan pandangan mereka kepada yang bukan pasangannya. Paras mereka sangat jelita, matanya indah menawan, penampilannya luar biasa cantik, pandai menjaga diri, takwa dan bersih. Allah menyifati mereka dengan bentuk tubuh dan penampilan yang elok dan warna kulit yang sangat mulus. Para bidadari itu ditamsilkan sebagai telur yang tersimpan dengan baik, karena kulit mereka sangat putih dan lembut seperti putih telur, namun belum ada tangan yang menyentuh karena keputihan itu terlindung oleh kulitnya yang keras.Ummu Salamah pernah bertanya kepada Rasulullah saw., “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, terangkan kepadaku tentang firman Allah SWT, seolah-olah mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.’ Rasulullah saw. menjawab, ‘Kelembutan mereka seperti lembutnya kulit yang terdapat pada bagian dalam telur, yang terletak setelah kulit bagian luar. Itulah yang disebut dengan ghirqay.”Hm... apa padanan para bidadari itu dengan para femina di persada bumi? Ah, itu masih kurang. Bahkan, para bidadari itu juga ditamsilkan sebagai yakut dan marjan, sebagaimana firman Allah SWT,“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. ar-Rahman: 58).Menurut Imam Mujahid, Imam Hasan dan yang lain, marjan disamakan dengan mutiara (lu’lu’). Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas’ud pernah berkata, “Sesungguhnya putihnya betis wanita-wanita penghuni surga, akan kelihatan dari balik 70 lapis kain sutera, bahkan sampai tulang sumsumnya pun kelihatan. Dan itulah yang dimaksudkan dengan firman Allah ‘Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.’” Menurut Ibnu Katsir, yakut adalah sebuah batu yang jika kita memasukkan benang ke dalamnya kemudian kita menutupnya, pastilah kita akan melihat tali itu dari luar batu itu.Sebuah penggambaran yang begitu dahsyat tentang kecantikan seorang wanita bukan? Pendek kata, bidadari surga adalah kesempurnaan pesona seorang wanita. Tak hanya pesona lahiriah, tapi juga batiniah. Kecantikan dari luar, maupun kecantikan dari dalam. Mereka jelita, namun bertakwa. Allah berfirman,“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (QS. Ar-Rahman: 70).Pesona sang bidadari berpendar semakin kuat karena mereka juga disebutkan bertubuh harum dan penuh dengan binar-binar cahaya. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra., bahwa Nabi Saw. pernah bersabda, “Seandainya seorang bidadari dari surga menampakkan diri kepada penghuni bumi, niscaya cahaya tubuhnya dan bau harumnya akan memenuhi ruang antara langit dan bumi, serta kerudung rambutnya lebih indah dan lebih bernilai daripada dunia seisinya.” (HR. Bukhari no. 2796).Sang KompetitorSekali lagi, silahkan Anda mencari padanan wanita yang sejelita bidadari surga. Monalisakah? Jenifer Lopez, atau Angelina Jolie? Atau para peraih titel Miss Universe atau Miss World. Tampaknya, kedahsyatan para perempuan yang menggetarkan jagad karena kecantikannya itu, tak ada apa-apanya dibanding para bidadari surga. Kehebatan mereka tak terpatahkan, kecuali oleh kompetitor yang satu ini: para wanita shalihah!

Ya, wanita shalihah, meskipun di dunia memiliki wajah biasa-biasa saja, ternyata mereka akan menandingi kemuliaan para bidadari ketika memasuki pintu surga dan menapaki tanah surga yang “…merupakan tepung putih, beraroma kesturi dan bersih” (HR. Muslim), serta memasuki bangunan di surga yang “batu batanya dari emas dan perak, adukannya beraroma kesturi, kerikilnya mutiara lu’lu’ dan mutiara yakut, tanahnya adalah za’rofan.” (HR. Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Ahmad dan Tirmidzi).Ummu Salamah ra. bertanya kepada Rasulullah saw., “Ya Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?”Rasulullah saw. lalu menerangkan bahwa perempuan dunia di surga sangat lebih utama dari biadari surga karena shalat, puasa dan ibadah yang dilakukan mereka. “Allah SWT memberi cahaya di wajah mereka, mereka mengenakan sutera di tubuhnya, warna kulit mereka putih, pakaian mereka hijau, perhiasan mereka kuning, pedupaan mereka mutiara dan sisir mereka adalah emas. Mereka mengatakan, ‘Kami adalah perempuan-perempuan abadi yang takkan mati. Kami adalah perempuan-perempuan bahagia yang takkan pernah miskin. Kami adalah perempuan-perempuan penduduk tetap yang takkan pindah selamanya. Ketahuilah, kami adalah perempuan-perempuan yang ridha dan takkan marah selamanya. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami menjadi miliknya.’”Ummu Salamah kembali bertanya, “Ya Rasulullah, ada di antara kami yang menikah dua atau tiga kali. Jika ia meninggal dunia dan suami-suaminya masuk surga, siapakah yang menjadi suaminya di surga?” Rasul menjawab, “Wahai Ummu Salamah, ia diberi kebebasan memilih mana di antara suaminya yang paling baik akhlaknya.” Lalu Ummu Salamah berkata, “Ya Rabb, jika suamiku yang ini adalah suami yang paling tampan di dunia, nikahkanlah aku dengannya.” Rasulullah saw menerangkan, “Wahai Ummu Salamah, ketampanan wajah musnah dengan kebaikan dunia akhirat.” (HR. Thabrani).Jadi, wanita dunia, ketika masuk surga, akan mampu mengalahkan kejelitaan para bidadari.

Ini seperti perkataan Aisyah ra., “Perempuan-perempuan Salihah di dunia akan berkata kepada bidadari surga, ‘Kami melakukan shalat sedangkan kalian tidak melakukan shalat. Kami berpuasa sedangkan kalian tidak melakukannya. Kami bersedekah sedangkan kalian tidak. Kami, perempuan Salihah di dunia, mengalahkan bidadari surga.”


Inilah yang menyebabkan—meminjam istilah akhuna Salim A. Fillah—bidadari pun merasa cemburu kepada para wanita Salihah di dunia.

Kuncinya adalah ketaatan. Ilmu yang mendalam. Amal-amal shalih. Ibadah. Karena, tujuan penciptaan manusia sesungguhnya semata-mata hanya agar manusia itu beribadah, menyembah Sang Pencipta dengan kepasrahan total.
Wallahu a’lam.



>>>by: Bunda Afifah Afra<<<

Lebih cantik dari Bidadari Surga????
Itulah dirimu UkhtiQ sayaaannnggg...
So,teruslah memperbaiki diri agar bisa lebih bercahaya dari mereka...
Yang pancaran cahayanya menembus hingga ke surga Allah...

*Sangat Bermanfaat tuk diri dan berharap begitu pula tuk saudari2Q tercinta ^^

_-_ Engkaukah Mawar Terindah di Taman Itu…??? _-_

Bunga mawar itu melalui malam hari dengan kekhusyukan. Tidak menguncup setelah mekarnya meski diterpa angin dinginnya malam. Mawar itu telah mekar bukan hanya sejak kemarin. Dan akan senantiasa indah di kala malam, pagi dan di sepanjang hari. Siapa yang tidak tertegun melihat keelokan sekuntum mawar yang tumbuh subur, mekar dan basah oleh embun pagi. Bahkan tak akan layu oleh tatapan sinar mentari, serasa segar dan meneduhkan pandangan mata. Semua hati ingin memilikinya, lalu menanamnya di taman sendiri. Namun ke manakah ia harus dicari?

Seorang wanita di sisi seorang suami laksana mawar di taman. Suamilah yang akan menikmati keelokannya dan hanya untuk suamilah mawar itu tampil menggoda. Sebab suaminya-lah pemilik yang merawat dan memeliharanya. Namun siapakah wanita yang elok seelok mawar yang hanya mekar untuk suaminya itu?

Pertanyaan tersebut tidak akan didapatkan jawabannya selain sifat – sifat yang membuat elok dirinya, yang disebutkan oleh Allah dalam alquran. Dialah seorang istri idaman dan istri dambaan yaitu istri yang shalihah. Dialah wanita yang elok bahkan lebih elok dari sekuntum mawar yang mekar dan menawan. Dia anggun dan jauh lebih anggun dari warna – warni mawar di taman. Dialah yang Alah firmankan dalam ayat alquran…

“Maka wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi menjaga diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah menjaga mereka...”(QS. An Nisa : 04)

Allah menyebut keshalihan seorang wanita, hanya ada pada 2 sifat saja. Dialah seorang yang qanitah yang berarti taat dan hafidzah yang berarti penjaga. Duhai, betapa sejuk dan menawannya sebuah taman yang indah oleh keshalihan seorang istri yang senantiasa taat pada perintah dan anjuran kebaikan suaminya. Betapa tenteram hati suami sebagai pemilik dan penguasa taman yang dihiasi oleh seorang yang qanitah. Dan betapa sempurna ketenangan dan ketenteraman suami yang istrinya juga seorang hafidzah. Ya, pada istri yang hafidzah inilah suami tak ragu lagi menaruh kepercayaan padanya. Suami mana yang masih was – was akan istrinya di rumah tatkala ia harus beranjak jalan di muka bumi mencari nafkah dan ma’isyah bila istrinya adalah seorang yang rapi dalam menjaga diri dan kehormatannya. Suami mana yang tidak merasa aman akan istrinya bila istrinya adalah seorang hafidzah, memelihara hak – hak Allah dan hak – hak suaminya di kala suaminya tidak hadir di sisinya dan dengan sangat setia serta senantiasa sabar dalam penantian sebagaimana yang diperintahkan Dzat yang maha Rahman…

Sungguh benar seorang yang shalihah itu ialah mawar yang mekar semerbak harum mewangi hanya untuk Allah, Rabb-nya dan untuk suaminya tercinta. Adalah seorang wanita yang shalihah itu, yang istiqamah agamanya, yang senantiasa taat pada suaminya dan memelihara hak – hak suaminya yang ada pada dirinya dan pada harta suaminya. Dan adalah wanita terbaik itu seperti yang dituturkan oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut ini…

Dari Abu Hurairah radliyallahu’anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang seorang wanita seperti apa yang paling baik…kemudian beliau bersabda,”…ialah wanita yang menyenangkan suami tatkala suaminya memandangnya, mentaati bila suami memerintahnya, dan tidak menyelisihi sesuatu yang suaminya tidak suka pada diri dan harta suaminya.” (HR. Ahmad II/251 dan An Nasa’I VI/68 )

Engkaukah wahai saudariku wanita shalihah itu…??? Engkaukah wahai saudariku, mawar elok di taman itu…??? Wahai saudariku para istri, jadilah engkau mawar – mawar dambaan dan pujaan, yang didamba oleh suamimu yang kau cintai dan dipuji oleh Ar Rahman. Seandainya bukan engkau mawar – mawar indah itu, maka seraya berdoa pada Allah…perbaikilah mereka wahai saudaraku para suami…perbaikilah istri – istrimu, dan Allah juga-lah Dzat yang akan melimpahkan taufik-Nya kepada siapa yang ia kehendaki…




>>Dikutip dari majalah Al Mawaddah edisi khusus tahun I, Ramadhan 1428 H<<

Sebuah artikel menarik bagi Qta para wanita.
Menceritakan keistimewaan seorang istri, tapi tak ada salahnya kan Qta yang belum menikah untuk membacanya.

Emang pada gak mau nikah dan jadi istri????????

Ya...Suatu saat nanti Qta akan memperoleh gelar indah itu, entah kapanpun itu...

Kawan,
Gelar indah di peruntukkan bagi yang terindah pula!
Bagaimana diri akan menjadi indah jika tak ada persiapan tuk menjadi Indah???

Bagiku, tulisan ini sangat bermanfaat...
Ku harap bermanfaat pula untukmu,saudariQ...

^-^ Senyumku, Senyummu dan SenyumNya ^-^

Apa arti senyum bagiku??
Apa arti senyum bagimu?
Apa arti senyum dari-Nya??




Menurut Kamus Bahasa Indonesia (cie,, bahasanya bahasa kamus..), arti senyum adalah gerakan membuka bibir sedikit sebagai tanda senang. Lalu, apa kita tersenyum kalo lagi senang aja???
Ketika aku tersenyum padamu, kau pun tersenyum padaku. Ketika aku mendapat kabar baik tentang saudaraku, aku tersenyum. Ketika aku bisa membantu orang di sekitarku, aku tersenyum. Ketika aku mendapat ranking di sekolah, aku tersenyum. Ketika aku mendapat nilai yang bagus, aku tersenyum. Ketika aku bisa membuatmu tersenyum, aku tersenyum.
Itu biasa.

Bagaimana jika…

Ketika ada masalah, aku tersenyum. Ketika aku bangun terlambat, aku tersenyum. Ketika aku ingin pergi ke suatu tempat lantas aku tersesat, aku tersenyum. Ketika pulang sekolah aku kehujanan, aku tersenyum. Ketika aku mengerjakan soal ujian yang sulit, aku tersenyum. Ketika aku mendapat hasil ujian yang tampak kurang memuaskan, aku tersenyum.
Ketika ada masalah maka tersenyumlah. Karena Senyuman itu menentramkan hati dan membuat hari-hari yang kita lalui menjadi lebih bahagia. Coba baca cerita dibawah ini, dan bandingkan.
Hari ini A mendapatkan nilai 55 untuk salah satu nilai mata pelajaran. Dia sedih (tentunya, siapa sih yang ga sedih???). Mulai dari kejadian itu, dia jadi bad mood. Keseeel bgt!! Setiap ketemu orang, dia jadi ga bisa menampakkan senyumannya. Dia pulang dengan wajah yg kusut (wajah kusut??? Ky gimana ya??? Hhe..). Trus sampe di rumah, dia jadi sensi bgt! Adiknya yang ga salah apa-apa dia marahin. Trus adiknya jd ikut kesel, trus nangis deh si adik. Karena melihat si adik menangis gara-gara dimarahin kakaknya, sang ibu juga jadi ikut-ikutan marah. Si A jadi tambah kesel dan makin ga enak hidupnya di hari itu. Mau belajar buat persiapan remed pun udah jadi ga konsen, ga mood.. (oh, malangnya nasibmu A…)
Berbeda dengan B. Hari itu, dia juga mendapat nilai 55. Sedih? Iyalah, pasti. Tapi dia tersenyum aja. Kata dia, dengan tersenyum, maka hari hari yang dilaluinya akan menjadi hari yang istimewa. Dia pulang sekolah seperti biasa, dengan senyuman manisnya. Sampai dirumah, dia disambut hangat oleh ibunya dengan senyuman manis pula. Dengan begitu, dia bisa memulai belajar dengan hati yang ceria dan ikhlas. (Ooohhh…. betapa bahagianya hidup, bukan???)

Enak mana coba??

Kalo aku sih lebih milih keadaan yang kedua. Mantap!!! Apa pun yang terjadi, tetaplah tersenyum (tp jangan tiba2 senyum tanpa alasan yang jelas ya… nanti dikira, #*%^&… hhe..). Toh kalau kita punya masalah trus kita marah-marah, masalah ga kan cepet selesai kan?? Malah kita bakal dapet banyak kerugian. Karena marah kita jadi cape, terus orang juga ga enak klo ngeliat kita marah-marah. So, dengan marah kamu udah ngebangkitin emosi orang untuk ikut marah. Bisa-bisa kita malah jadi dimarahin trus ditinggalin deh. Nah, makin ga enak kan?? Coba kalo kita hadapi masalah dengan senyuman. Eits, tapi bukan berarti kita cuek cuek aja dengan adanya masalah itu yaa. Dengan tersenyum kita hadapi masalah itu. Yaaaa seenggaknya kita nggak ngebuang energi sia-sia cuma buat marah-marah ga jelas gituu..

Mau bukti secara ilmiah??

Ketika kita tersenyum, salah satu organ di tubuh kita telah melakukan relaksasi. Hal itu juga akan merangsang otak untuk menstimulan kerja hormon menjadi lebih optimal. Ketika kita tersenyum, otak kita akan bekerja dengan lebih baik.

“Kebahagiaan, kesenangan, kesedihan, kekecewaan, dan juga kemarahan adalah produk mental yang diproduksi oleh beberapa bagian otak sekaligus. Respons seorang manusia terhadap kondisi yang dihadapinya bergantung pada persepsi yang dihasilkan oleh kerja sama antara sistem memori-emosi di sistim limbik dan lobus frontalis di kulit otak yang bertugas mempertimbangkan sikap terbaik. Selanjutnya stimulan kebahagiaan akan memicu diproduksinya hormon ketenangan (serotonin), kegembiraan (endorfin), dan hormon motivasi (dopamin). Hidup akan menjadi lebih berwarna dan tentu saja lebih indah.” (Tauhid Nur Azhar dalam bukunya ‘Gelegar Otak’)

Jadi, kita mau hidup bahagia atau sengsara, kita sendiri yang menentukan. Artinya kalo kita punya masalah dan kita menyikapinya dengan marah ga jelas, kita udah memilih untuk menjalani hidup di saat itu dengan sengsara. Tapi kalo kita menyikapinya dengan tersenyum, berarti kita udah memilih untuk bahagia di saat itu.

Mau bukti yang lain lagi??

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pada-Ku, niscaya Aku akan manambahkan (nikmat) padamu. Tapi jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Q.S. Ibrahim: 7)


Senyum, salah satu bentuk syukur. Tersenyumlah, maka Dia akan tersenyum padamu. Maksudnya, kalo kita tersenyum, berarti kita udah bersyukur (iya ga sih?? Hm, sebagian besar sih, iya). Nah, sesuai dengan janji Allah, Allah akan menambah nikmatNya untuk kita. Nah, karena itulah kenapa kita bisa jadi tenang. Karena ketenangan itu merupakan nikmat yang sungguh tak ternilai… Dan itulah senyuman dariNya..

So, Ingin hidup bahagia??

Maka, dengan senyuman ku, aku ingin mengatakan padamu, “Tersenyumlah!” maka Dia akan tersenyum padamu…

“Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Q.S. Ibrahim:34)
“Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin! Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar-Rahman: 31-32)

>>>nelladewi<<<

•.¸¸.•´¯`•.♥.•´¯`•.¸¸.•. * Goresan Hariku * •.¸¸.•´¯`•.♥.•´¯`•.¸¸.•.

Sebuah catatan atas refleksi diri hari ini.
Sungguh bodohnya diri ini karena menunda tuk melaksanakan sesuatu lebih awal...
Akibatnya ya seperti sekarang ini...
Apa yang ku lakukan hingga sore ini,seakan sia-sia belaka!
Mohon Ampun Ya rabbal'alamin...T_T


Ingin ku menggoreskan sesuatu sebagai pengingat diri yang penuh khilaf ini...



JIKA KAMU BERADA DI PAGI HARI, JANGANLAH MENUNGGU SORE TIBA. HARI INILAH YG AKAN KAMU JALANI, BUKAN KEMARIN YG TELAH BERLALU DGN SEGALA KEBAIKAN DAN KEBURUKANNYA, DAN JG BUKAN ESOK HARI YG BLM TENTU DATANG. HIDUPLAH HARI INI TANPA KESEDIHAN, KEGALAUAN, KEMARAHAN DAN KEBENCIAN.

ASSALAMU'ALAIKUM SOBAT

ATMOSFIR MALAM DAN SIANG HARI TERNYATA BERBEDA UNTUK MEMBACA DAN MENDAPATKAN SUATU PENCERAHAN,SOBAT KETIKA KITA HENDAK MELAKUKAN SESUATU KEBAJIKAN MARI BERDOA TERLEBIH DULU KEPADA YA ROBB AGAR SELALU TERLINDUNG DARI BISIKAN SYETAN KARENA IA LEMBUT MENYELINAP DIRELUNG-RELUNG ALIRAN DARAH MANUSIA

PENDERITAAN SERING MENYADARKAN KITA TENTANG BETAPA BANYAK NIKMAT ALLAH ,
NIKMAT YANG MUNGKIN TERGADAIKAN HAKNYA UNTUK DISYUKURI, NIKMAT YANG
MUNGKIN MELAHIRKAN SIKAP SOMBONG & ANGKUH, NIKMAT YANG KEHILANGAN
HAKIKAT KEBERADAANNYA.HINGGA PADA AKHIRNYA PENDERITAAN SERING HADIR
SEBAGAI ALAT MELURUSKAN KEMBALI ORIENTASI & T...UJUAN HIDUP KITA.ITULAH
MENGAPA PENYESALAN SELALU ADA SETELAH PENDERITAAN, DAN MENGAPA
PENYESALAN SELALU MENJADI TITIK AWAL MENUJU PERBAIKAN.JADI BUAT
SAUDARAKU YANG HARI INI SEDANG MENDERITA….BERBAHAGIALAH…..KARENA HAKIKAT
PENDERITAAN KITA HARI INI ADALAH NIKMAT ALLAH DALAM BENTUK LAIN YANG
MEMBEHAGIAKAN, ISTIQOMAH YA…..

TERKADANG KITA AMAT MEMBUTUHKAN NASIHAT. TAPI, KARENA SATU DAN LAIN ALASAN, SANGAT SULIT KITA MENDAPATKAN NASIHAT ITU. ORANG-ORANG MALAH CENDERUNG MENGAMBIL
JARAK. MUNGKIN MAKSUDNYA MEMBERI KITA WAKTU UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH
YANG KITA HADAPI. SAAT ITU KITA BERADA DALAM KONDISI SENDIRIAN, DAN
SAAT ITU DENGAN PENUH KESABARAN DAN KEPEKAAN KITA MESTI BERDIALOG
DENGAN HATI KITA SENDIRI; HATI YANG TAK PERNAH SEPI DARI BISIKAN
KETAKUTAN, KEKHAWATIRAN, KERAGUAN AKAN KEGAGALAN MERAIH CITA-CITA ...
TAPI HATI INI JUGA YANG MEMBISIKKAN CINTA DAN MEMBANTU KITA MEMBANGUN
KEKUATAN DAN KEBERANIAN LAGI UNTUK MELANGKAH MENGEJAR IMPIAN, SEBERAT
APAPUN TANTANGANNYA.

KITA CERITAKAN AIB SAUDARA KITA, SAMBIL BERBISIK, "SST! INI RAHASIA LHO!". YANG DIBISIKI AKAN MENERUSKAN BERITA TERSEBUT KE YANG LAINNYA, JUGA SAMBIL BERPESAN, "INI RAHASIA LHO!" KAHLIL GIBRAN DENGAN BAIK MELUKISKAN HAL INI DALAM KALIMATNYA, "JIKA KAU SAMPAIKAN RAHASIAMU PADA ANGIN, JANGAN SALAHKAN ANGIN BILA IA KABARKAN PADA PEPOHONAN."
(Semoga kita tak termasuk yang seperti ini,kawan...)

MENGHADAPI HIDUP, BERARTI MENGAHADAPI YANG MENGHIDUPKAN.
MENGHADAPI KEJADIAN, BERARTI MENGHADAPI YANG MENJADIKAN.
MENGAHADAPI KEADAAN, BERARTI MENGAHADAPI YANG MENGADAKAN
MAKA,.....
HADAPILAH DIA, DENGAN ;
BERSENYUM DI MULUT....DG BERSERI DI HATI DAN BERCERAH DI WAJAH.
BESYAHDU DI KALBU KARENA BERMESRA DIRASA.
SAKSIKAN DAN AKU...ILAH DALAM KALAMMULLAH SETIAP OBYEK KEJADIAN DAN KEADAAN BAGAI SIRATAN DAN SURATAN KEHIDUPAN, MAKA PINTU SYURGA TERBUKA BAGIMU.


SAHABAT...

SAAT KITA DIHADAPKAN PD SUATU MASALAH, JNG CEPAT MEMBUAT KESIMPULAN AKAN SESUATU YG HNYA SEKEDAR SEKILAS TAMPAK DI PELUPUK MATA. BS JD APA YG KITA LIHAT JUSTRU HNY SEBATAS FATAMORGANA, BUKAN OASE DI TENGAH GURUN. TERKADANG KITA DEMIKIAN MDH TERTIPU OLEH PENGLIHATAN SESAAT, KEMUDIAN DG MDH MEMBUAT SEBUAH KESIMP...ULAN. BELAJARLAH UNT MENATAP SGL PERTANDA D DUNIA TDK HNY DG MELIHAT BUAH RANUM ATAU BUNGA INDAH SAJA, TAPI PERHATIKAN PULA DURI PD BATANG ATAU AKAR YG BERJUANG MENGHUJAM KUAT KE DLM
TANAH !


MENJADI DEWASA BUKANLAH KARENA USIA... MENJADI
DEWASA ADALAH SAAT TABAH KETIKA UJIAN TIBA.. MENJADI DEWASA ADLH SAAT
SABAR KETIKA AMARAH MEMANCINGNYA.. DAN MENJADI DEWASA ADLH SAAT IKHLAS
MENERIMA KEGAGALAN MIMPI YG DIRENCANAKAN.. KARENA ALLAH SWT TAHU YG
TERBAIK UTK KITA..


BETAPA BNYK JALAN KELUAR YG DATANG SETELAH RASA PUTUS ASA DAN BETAPA BNYK KEGEMBIRAAN DTG SETELAH KESUSAHAN. SIAPA YG BERBAIK SANGKA PADA PEMILIK ARASY DIA AKAN MEMETIK MANISNYA BUAH YG DIPETIK DI TENGAH TENGAH POHON BERDURI.


...Walaupun ada beberapa target hari ini yang tak terlaksana, ku yakin Allah akan melapangkan target2ku itu di lain waktu!
Kawan, jika kau adalah orang yang setipe denganku (suka menunda2 pekerjaan)
maka marilah Qta benahi semua itu dari saat ini!


Semoga Bermanfaat,
SEMANGAD,Galss!!!



>>>nelladewi<<<